• refleksi diri - self development

    Jawabannya ada di dirimu kok

    Bismillah.. Kalau ditanya 5 tahun lalu, mau mendalami scope gizi bagian apa? Entahlah masih burem rasanya. Komunitas? Enjoy juga. Seru bikin program! Klinis? Horor bets rasanya tapi amat menantang. Penyelenggaraan makan? I love culinary, but… masih gak kebayang buat katering sehat gimana.  Tetapi dalam angan entah mengapa selalu tertarik dengan wellness, weight management, sport nutrition meskipun hayati tipe orang mager (iya serius, pas sekolah aku paling males pelajaran olahraga dan bukan anak kinestetik wkwk). And now look at me! Coaching klien buat nurunin berat badan. Ngebuatin meal plan. Kasih saran-saran buat exercise. Belajar berbagai gerakan dan nyobain berbagai intensitas exercise.…

  • refleksi diri

    Hai, 2022!

    Assalamu’alaikum!Mau update kehidupan nih aku.Udah masuk tahun 2022 artinya jatah umurku makin berkurang pula. Sekarang sudah lewat mid twenties + 1, dan banyak juga teman-temanku yang sudah masuk ke jenjang kehidupan baru a.k.a berumah tangga. Isi statusku sekarang di dominasi dengan akad nikah, resepsi, kehamilan, dan tentunya anak. Di umur 20an itu berasa waktu cepat banget. Apalagi ada pandemi tahun 2020, berasa waktu fast forward bangettt. Sebelum pandemi temenku masih single then sekarang udah punya anak dan pada bisa jalan 😁. Maa syaa Allah…. Sebuah keajaiban sekali bukan. Kalau aku tarik mundur 5 tahun terakhir pula, banyakkkkk banget hal-hal baru…

  • refleksi diri

    Kacamata

    Memang benar dunia ini begitu luas. Pemikiran orangpun beranekaragam. Budaya berbeda. Pola pikir apalagi. Menjadi tantangan sendiri bagiku si introvert untuk bisa bergaul pada lingkaran masyarakat tertentu. Ada yang nyambung dan sebaliknya. Menjadi dilema, maunya bisa akrab tapi kok gak sreg di hati. Entahlah apakah semua orang mengalami hal ini. Kadang suka mikir aja di otak, bener-bener hebat orang-orang yang bisa mingle di berbagai situasi sosial. Saat SMA, impianku hanya ingin menjadi bermanfaat ke masyarakat. Klise dan sangat polos. Dan sekarang, aku merasa sulit. Gak semudah itu mempraktekkannya. Uangeel Hidup di tengah masyarakat membawa tantangan sendiri bagiku. Takut memakai bahasa…

  • refleksi diri

    2018

    Hai. Lama tak bersua ke blog ini. Sepertinya bakal jadi postingan pertama di tahun 2019. Hehehe. Sudah setahun berlalu setelah menjalani lika-liku pasca kampus dan merasakan yang disebut sebagai quarter life crisis. 2018 adalah tahun yang banyak memberikan daku pelajaran untuk mengenal diri sendiri, self positioning, hidup, dan tentang keluarga. Aku merasa masih banyak potensi diri yang belum terasa. Merasa tertinggal dengan pencapaian orang lain. Merasa sendiri. Tetapi di tahun itu aku juga menemukan bahwa kisah setiap orang itu berbeda. Pattern hidup itu unik dan tailored. Gak bisa disamakan. So that’s why.. lakuin dengan maksimal apa yang ada di hidupmu…

  • refleksi diri

    Big picture

    Tetap melihat big picture. Kadang kita lupa melihat dengan kacamata yang lebih luas. Karena kesibukkan di hari itu, merasa lelah, capek, letih, dan segala macam. Padahal apa yang kita jalani hari ini adalah sepenggal langkah untuk membuat puzzle yang utuh. Kadang kita terbuai dengan kesenangan sesaat, dan lupa bawa besok bisa jadi kita bersedih yang amat dalam. Astagfirullah.. Lupa akan kenikmatan ini hanya sesaat saja padahal yang lebih mulia disisi Allah adalah hambanya yang bersyukur di setiap keadaan. Lalai karena merasa diri sudah mencapai achievement dunia. Bagaimana dengan achievement akhiratmu? Sudah sampai mana langkahmu di hadapannya?

  • refleksi diri - self development

    Ini bukan soal merangkai kata, namun menuangkan ide

    Bismillah… Malam ini ingin rasanya untuk berbagi cerita melalui tulisan. Entahlah sudah berapa banyak pikiran yang kutuangkan dengan ucapan namun nyatanya tak berbekas dalam hati. Katanya, memang tulisanlah media yang tepat untuk mengabadikan isi pikiran. Tapi memang lebih nyaman untuk langsung mengungkapkan dalam lisan. Suatu metode aneh bin ajaib yang biasa kulakukan adalah merekam suara sendiri saat me time. Hahaha. Hanya berbekal smartphone dan headset kamu bisa bicara sepuasmu tanpa khawatir lawan bicaramu akan bosan mendengar ceritamu *berasa iklan provider seluler*. Metode ini sudah kulakukan setahun belakangan dengan dalih biar latihan public speaking sekalian. Ya, aku punya keinginan untuk menjadi…

  • ceritadikit - IELTS - refleksi diri

    Rehat sejenak, ikut IELTS prep class, dan secuplik tentang IELTS listening test

    Ceritanya, kegiatan aku sebulanan ini adalah nyiapin IELTS, biar gak kalah sama arus globalisasi gitu guys. wkwk. Tapi emang bener, di zaman sekarang mah, bahasa Inggris udah jadi kewajiban kalo mau bersaing di era revolusi industri 4.0 ini. Dan pas lagi ada ‘moment’ dan kesempatan untuk aku belajar, akhirnya kuputuskan untuk memilih jalan ini. Aku tahu sebenarnya banyak orang menyia-nyiakan keputusanku untuk resign dengan alasan mau belajar inggris. Seriously?  Sebenernya banyak pertimbangan guys, kenapa aku memutuskan resign. Salah satu yang paling besar memang itu, namun ada beberapa alasan lainnya yang memperkuat keinginanku untuk resign. Kenapa resign hanya demi belajar inggris?  Sejujurnya aku…

  • refleksi diri

    Memories

    H+1 penentuan Kalo di tanya bagaimana perasaannya? Sedih dan senang. Sedih karena masih memikirkan hari kemarin. Senang karena balik ke kampung halaman. Apa yang kurasakan kemarin layaknya teguran. Banyak pelajaran yang bisa kuambil. Serahkan semuanya pada sang pencipta dan gantungkan harapan hanya pada-Nya. Memang manusia adalah tempatnya salah dan bukan yang sempurna. Hati manusia sangat gampang dibolak-balik. Dan apa yang kurasakan kemarin layaknya soda yang di kocok-kocok hanya tunggu waktu jika dibuka dan duarrr akan menyembur. Tidak pernah terlintas jika hari penentuan ini berbuah sedih. Kalo kebanyakan orang akan terlihat bahagia karena dapat berkumpul dengan orang-orang tersayangnya saat “the big…

  • Islam - refleksi diri

    Angan-angan

    Pengingat bagi kita jiwa yang hidup di dunia ini Suatu Saat Nanti, Giliran Kita Mungkin Yang Berangan-angan, Wal iyadzubillah. Angan-angan mereka yang telah mati ialah kembali ke dunia meski sejenak untuk menjadi orang shalih. Mereka ingin taat kepada Allah, dan memperbaiki segala kerusakan yang dahulu mereka perbuat. Mereka ingin berdzikir kepada Allah, bertasbih, atau bertahlil walau sekali saja. Namun mereka tidak lagi diijinkan untuk itu. Kematian serta-merta memupuskan segala angan-angan tersebut. Allah ta’ala berfirman mengenai mereka “Hingga apabila datang kematian kepada seorang dari mereka, dia berkata, “Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku beramal shalih terhadap yang telah aku…